Hello guys.. Mau sedikit cerita, ato lebih tepatnya curhat kali yaa..
Postingan kali ini, soal obat. Terkadang, saat baby sakit, orang tua akan sangat panik. Naaah.. Karena sudah diawali dengan kepanikan, pikirannya jadi nggak rasional. Ini juga sering terjadi sama akuh.. :(
Saat bayi sakit, Maksud hati sih bersikap tenang, dan mengajak hubby juga tenang. ( Sangat bersyukur, karena hubby terbuka menerima masukan, dan setuju dengan pendapatku, berdasar bukti bukti ilmiah tentunya..) Namun, terkadang, nggak tahan juga dengan intervensi dari luar. Misalnya orang tua, mertua, daaan bahkan tetangga. Jadi, postingan kali ini, lebih tepat jadi sesi curhat. Hyakhyakhyak..
Pada suatu hari, baby demam. Dengan tenang saya bilang, It's ok sayang.. Evrything it's gonna be okay! Sambil tentunya tetep memantau kondisi bayi. Saya dekap untuk membuatnya lebih tenang, dan terus saya bisikkan, bahwa adek baik baik saja. Saya juga membiasakan bayi meminum lebih banyak air putih, saat diare, demam, batuk, dan pilek. Saya percaya, bahwa panas di tubuhnya berarti bahwa dia sedang melawan bakteri atau bibit penyakit dalam tubuhnya. Sudah tau kan?! kalau bibit penyakit nggak tahan berada di suhu tinggi. Itulah sebabnya tubuh menaikkan suhu untuk mengusir si bakteri bakteri nakal, keluar dari tubuh. Kenakan baju yang nyaman, dan sedikit longgar, untuk keluarnya keringat.
NAAH.. Cerita berlanjut. Karena paksaan ibu, akhirnya saya tetep memeriksakan bayi ke bidan dekat rumah, BUKAN tanpa alasan, karena hanya bidan yang paling dekat dengan rumah. Pas itu, karena Ayahnya bayi lagi ke Mataram, dan baru beberapa hari kemudian baru balik. Otomatis, nggak bisa pergi ke dokter favorit (Pro RUIM & PRO ASI), cari yang terjangkau dengan jalan kaki aja..
Diperiksa deh dek bayi, Tenaga kesehatan tersebut mengatakan,
" oh ini pilek biasa, demam, karena badannya sedang nggak enak"
me : memang ada sedikit batuk bu..
" Oh iya, tenggorokannya agak merah"
me : diam, nunggu penjelasan lebih lanjut
" ini langsung dikasih obat saja ya.. ( meraCik PUYER!!! )
" langsung dikasihkan ya, ini puyer untuk panasnya. 3x sehari. ( dapet puyer 10bijian ), lalu ini obatnya, langsung yang bagus saja, biar nggak bolak balik "
Me : diam dengan bodohnya kayak sapi.
Obat dibawa pulang, tapi hati tetep masgul. Saya memikirkan lha kok yo saya diam saja...!!!! Mungkin banyak juga yang kadang seperti saya. Dieeeem aja, saya kesel sama saya sendiri, harusnya tuh saya bisa berbuat lebih baik. Berani bilang enggak, berani nolak. Uuuuggh, geregetaaan! Obat akhirnya diminumin sebanyak 0,5 ml, plus sebiji puyer. Malam harinya bayi jadi cepet bobok, dan badannya dingiiiiin sekali. Panik dong saya.. Saya cek lagi, obat yang tadi diberikan sama si tenaga kesehatan tersebut. Ohlalalalala.... Bodohnya saya! Karena tadi saya terburu buru, asal ngasih obat, saya jadi nggak mikir hal lainnya.
.:: Ini daftar yang nggak boleh saya ulangi lagi, saat anak sakit :
1 - Penurun panas yang diberikan, berbentuk puyer
~ Diracik di depan mata saya, tapi... Bukankah jika diracik dengan cara digerus, biasanya dari beberapa macam obat, ditumbuk jadi satu, ditakar kira kira saat dimasukkan dalam kertas, lalu dilipat, dan diberikan untuk beberapa hari. Kita nggak tau dosisnya jadi seberapa. Apakah cocok atau tidak, dengan pasien. Buat anak kok coba coba dan kira kira.
2 - Tidak membaca dengan seksama, obat yang diberikan.
~ Obat yang dimaksud, ternyata adalah ANTIBIOTIK DOSIS TINGGI! Terlihat dari lingkaran kecil berwarna merah di kemasannya. Helooooooow, ini bayi bu.. Kenapa harus diberikan obat keras??!
3 - Pilek atau common flu itukan virus.
~ Virus nggak butuh Antibiotik. Bukan saya nggak dan anti sama anti biotik, tapiii alangkah lebih baik, jika kita sedikit lebih cerdas, dan bijak menggunakan antibiotik.
Akhirnya Si obat nggak saya berikan lagi. Ogah ngelihat bayi dicekoki obat. Akhirnya saya parut kunyit, sedikit jahe, dan kencur, beri air hangat. Disaring, lalu diminumkan ke bayi. Bayi mau, meminumnya, tanpa dipaksa. Saya pijit baadannya dengan campuran minyak telon, bawang merah, dan sedikit garam. memberikan air putih lebih sering. Bayi Alhamdulillah jadi lebih baik. Dan saya merasa lebih baik lagi, karena saya tau, saya sudah melakukan hal baik untuk anak saya.
BIJAK MENGGUNAKAN OBAT! dan ANTIBIOTIK!
great job bun, yang penting kita gak panik, dan kita ttp pantau. Rum bukan berarti anti doketr or anti antibiotik, tapi menngunakannya dgn bijak :)
BalasHapus